Berfikir sama halnya seperti berbicara, dalam pembicaraan terkadang ada salahnya begitu juga dalam berfikir, kesalahan dalam berfikir akan lebih berbahaya apalagi jika yang berfikirnya tentang yang hberkaitan dengan aqidah. oleh karena itulah harus hati-hati dalam berfikir, seberapapun hati-hatinya dalam berfikir tetap saja akan terdapat kesalahannya jika tidak dibekali dengan ilmu khusus tentang tatacara berfikir yang baik dan benar.
ilmu yang bisa menjaga agar tidak salah dalam berfiikir itu disebut ilmu mantiq. oleh sebab itu ilmu mantiq merupakan ilmu yang wajib dipelajari bagi orang yang ingin memperdalami ilmu-ilmu agama seperti ilmu tauhid, ilmu kalam ilmu fiqih dan lain-lain.
Ilmu mantik ada Dua bagian, yaitu Ilmu Mantik yang murni (tidak tercampuri oleh pemikiran muktazilah) dan ilmu mantik Mukhtalit bidolalah falasifah (ilmu mantik yang terkontraminasi dengan kesesatan Muktazilah). Hukum mempelajari ilmu mantik yang Murni sepakan semua Ulama Memperbolehkannya, Sementara hukum mempelajari dan memperdalami ilmu mantiq yang sudah tercampuri pemikiran Muktazilah ada tiga hukum, sebagai mana yang telah diperdebatkan dikalangan para Ulama
Perbedaan dalam menghukumi belajar ilmu mantiq yang terkontraminasi dengan pemikiran kaum mu'tazilah ada tiga kaum; Kaum Pertama imam Nawawi dan Imam Ibnu Sholah serta kaumnya sama-sama mengharamkan Ilmu tersebut, dengan alasan karena ditakutkan pemikirannya akan sesat seperti kesesatan yang dialami oleh kaum muktazilah.
Kelompok kedua adalah kelompoknya Imam Alghozali, Beliau mengatakan bahwa mengkaji ilmu Mantiq hukumnya adalah wajib, sehingga beliau berpendapat من لا معرفة بعلم المنطق لا يثق بعلمه Artinya Barang siapa yang tidak mengerti ilmu mantik maka tidak bisa dipercaya keilmuannya, beliau menamai Mantik ini dengan nama معيار العلوم Artinya Timbangan atau meteran Ilmu.
Pendapat yang ketiga adalah pendapatnya Mayoritas ulama, pendapat ini adalah pendapat yang sangat Masyhur, yaitu pendapat yang tidak mewajibkan dan tidak pula mengharamkan, artinya hanya sekedar boleh saja, itupun bagi orang yang memiliki akal dan pemikiran yang sempurna.
kesimpulannya apabila anda ingin terbebas dari kesesatan dan kesalahan dalam berfikir maka pelajarilah terlebih dahulu ilmu mantik, karena dengan ilmu mantik akan terjaga hati dari kealahan berfikir sebagaimana pendapat Al-Akhdiri dalam sulam munauroknya
Artinya: Ilmu mantik menjaga Hati dali kesalahan berfikir, Hubunganya seperti Ilmu Nahwu yaitu ilmu yang menjaga lisan dari kesalahan dalam membaca Kitab-kitab gundul (kitab yang tidak berharokat).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar